Health

Jangan kebanyakan makan yang asin, 2,3 juta orang meninggal karena garam

image

Asupan garam yang
tinggi telah dikaitkan dengan
berbagai risiko penyakit
kardiovaskular, seperti
serangan jantung dan stroke.
Bahkan menurut analisis
terbaru, sekitar 15 persen
kasus kematian akibat penyakit
jantung di seluruh dunia, terkait
dengan konsumsi garam.
Para peneliti dari Global Burden
of Diseases Nutrition &
Chronic Disease Group
melaporkan hasil analisisnya
dalam pertemuan tahunan
American Heart Association
hari Kamis (22/3) kemarin,
yang menyatakan bahwa
konsumsi terlalu banyak garam
berkontribusi terhadap 2,3 juta
kematian akibat serangan
jantung, stroke, dan penyakit
kardiovaskular lainnya.
Peneliti menganalisis data dari
247 survei tentang asupan
natrium orang dewasa dan
menyelidiki bagaimana asupan
natrium dapat mempengaruhi
tekanan darah, risiko penyakit
jantung, dan kematian dini yang
terkait dengan masalah
kesehatan tersebut.
Seperti hasil penelitian yang
dipresentasikan awal pekan ini
tentang minuman manis yang
terkait dengan 180.000
kematian global setiap tahun,
data asupan garam ini juga
menunjukkan sebuah asosiasi,
dan bukanlah hubungan sebab-
akibat.
“Hubungan tersebut didasarkan
pada ekstrapolasi dari pengaruh
natrium terhadap tekanan
darah, dimana terjadi perbedaan
hingga satu milimeter dalam
tekanan darah seseorang yang
mengonsumsi lebih banyak
natrium dibanding orang lain
yang diet rendah natrium,”
terang Steven Nissen, MD,
seorang ahli jantung dari
Cleveland Clinic, yang terlibat
dalam penelitian tersebut.
Menurut American Heart
Association, sekitar tiga-
perempat dari penduduk dunia
mengonsumsi garam lebih dari
dua kali jumlah harian garam yang
disarankan. Asupan tinggi
natrium tersebut diperoleh dari
makanan kemasan, tambahan
garam meja, dan bumbu lain
seperti kecap yang rata-rata
setiap orang mengonsumsi
hampir 4.000 mg natrium
sehari.
US Institute of Medicine
merekomendasikan bahwa
seseorang hanya perlu
mengonsumsi natrium sebanyak
2.300 mg per hari atau kurang
dari 1.500 mg natrium pada
orang dewasa yang berusia di
atas 51 tahun atau orang
dengan risiko hipertensi dan
masalah kardiovaskular lainnya.
Lebih dari 75 persen asupan
tinggi garam berasal dari
makanan kemasan dan makanan
cepat saji dan hanya 11 persen
saja yang berasal dari garam
yang Anda tambahkan pada
makanan ketika memasak,
menurut U.S. Centers for
Disease Control and
Prevention, seperti ditulis
Everyday Health, Jumat
(22/3/2013).
Kurangi konsumsi makanan
kemasan atau makanan cepat
saji, karena makanan tersebut
dimasak dalam jumlah besar dan
tentunya ditambahkan garam
yang lebih banyak pula. Lebih
baik memasak makanan Anda
sendiri di rumah, dengan cara ini
Anda dapat memastikan sendiri
jumlah garam yang Anda
konsumsi tidak berlebihan.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s